Cara Membuat Wedang Bandrek

MINUMAN hangat tidak melulu pas dikonsumsi saat kondisi hangat. Saat tubuh merasa tidak fit, wedang bandrek bisa menjadi jawaban terbaik Anda.

Berikut ini saya akan mencoba membeberkan cara membuat minuman hangat wedang bandrek yang di ambil dari sumber oke food. 


Bahan-bahannya:1.000 cc air200 grams gula merah100 grams jahe bakar, tumbuk5 cm kayu manis2 daun pandan5  cengkeh¼ sdt garam

Cara membuatnya:Panaskan air, masukkan gula merah, jahe, kayu manis, dan cengkeh. Tambahkan daun pandan dan sedikit garam, aduk rata. Masak hingga air mendidih. Angkat saring dan sajikan.
Resep disarikan dari Kreasi Dapur Sehat ala Chef Desi Trisnawati (ftr)


Sumber : okefood.com


Trik Mendapatkan Adonan Pizza Terbaik

FAKTOR keberhasilan pertama dalam membuat pizza adalah adonan atau dough yang memiliki kekenyalan pas. Selanjutnya pada faktor topping dan pembakaran. Untuk Anda yang berniat membuat pizza sendiri, simak tips membuat adonannya.

Kenyal agak tebal ataupun tipis dan garing, semuanya bisa Anda pilih untuk adonan pizza yang dipesan di restoran. Untuk pizza lebih berkesan, terutama bagi anggota keluarga, Anda bisa membuat sendiri pizza, yang dimulai dari mempersiapkan adonannya. Dengan ini, Anda juga turut menantang diri dan berhemat.

Simak beberapa trik mendapatkan adonan pizza terbaik:

1. Gunakan batu pizza.

2. Panaskan oven dan panggang pizza pada suhu 230 derajat Celsius.

3. Gunakan minyak zaitun. Minyak zaitun lebih baik daripada minyak sayur.

4. Jika tidak memiliki rolling pinAnda dapat menggunakan gelas yang rata atau botol yang permukaannya rata.

5. Jika ingin membuat adonan secara kontinu, sebaiknya Anda taruh adonan dalam lemari es untuk "diistirahatkan" selama semalam. Cara ini dapat meningkatkan kualitas adonan.

Sumber : okefood.com

Manfaat Buah Kesemek

KESEMEK adalah nama sejenis buah-buahan dari marga Diospyros. Kesemek sering disebut buah genit lantaran kulitnya dipenuhi serbuk putih seperti bedak.
Buah kesemek mengandung 80% air, gula 12%, 3,6% protein lemak serat, dan abu dalam jumlah kecil, mineral ini hadir dalam warna kesemek: kalsium, fosfor, natrium, magnesium , zat besi, seng, selenium, tembaga dan mangan. Kalium hadir dalam jumlah besar.
Buah yang dikenal dengan nama oriental persimmon (Inggris) dan shi (Cina) ini mengandung vitamin A, beberapa Vitamin grup B, vitamin C dan E. Asam amino adalah terdiri dari: asam aspartat, asam glutamat, arginin, alanin, sistin, glisin, fenilalanin, leusin, isoleusin, lisin, metionin, prolin, serin, tirosin, treonin, valin.
Buah kesemek mempunyai banyak khasiat bagi kesehatan tubuh, di antaranya:

Menjaga tubuh agar tetap langsing
Buah kesemek ternyata memiliki khasiat yang hampir sama dengan apel. Pakar kesehatan sering menganjurkan untuk mengonsumsi buah apel bagi orang-orang yang sedang melakukan diet. Tak disangka, buah yang selalu dianggap remeh ini ternyata bisa menggantikan posisi apel sebagai salah satu makanan sehat saat menjalankan program diet. Kandungan gizinya tak kalah hebat dibandingkan dengan buah apel. Serat yang terkandung dalanm buah kesemek.
Mencegah penyakit jantung
Mengonsumsi satu buah kesemek setiap hari dapat membantu mencegah Anda terkena penyakit jantung. Senyawa antioksidan yang terdapat dalam buah kesemek mampu menjaga kelenturan pembuluh darah sehingga tidak terjadi penyumbatan.
Hipertensi
Untuk mengobati Hipertensi atau darah tinggi, Anda dapat mengonsumsi kesemek dengan mengolahnya menjadi jus. Cara membuatnya adalah siapkan kurang lebih dua buah kesemek, kemudian kupas kulit luarnya dan bersihkan bijinya, setelah itu masukkan kedalam blender dan haluskan hingga benar-benar halus, dan campurkan dengan air hangat. Minumlah secara rutin satu kali setiap hari.
Mengobati sakit perut
Untuk mengobati sakit perut makanlah buah kesemek segar. Kesemek segar mengandung 19,6% karbohidrat, terutama fruktosa dan glukosa, 0,7% protein, vitamin A dan kalium. Kandungan tersebut akan membantu membuat rasa nyaman di perut.

Mengobati diare dan disentri
Siapkan beberapa potongan buah kesemek yang sudah dikeringkan. Rebus sampai jadi bubur. Campur dengan beras ketan dan irisan jeruk dua potong. Campur sampai rata, angkat dan konsumsi tiga kali sehari.
Mengobati batuk berdahak dan asma
Ambil dua potong buah kesemek, iris tipis dan keringkan. Kukus sampai matang. Selanjutnya bisa langsung dimakan atau dihaluskan dengan tambahan sedikit madu murni.

#Dikutip dari Suara Merdeka

Cara Membuat Bakso Ikan

Gambar diambil dari Google
Makanan yang satu ini sudah tidak asing lagi, apalagi kaum hawa sangat menyukai makanan yang satu ini "Bakso" ya bakso makanan yang paling disukai para kaum hawa. Kali ini Kerajinan home industry akan menyajikan cara dan bahan membuat bakso, bukan bakso sapi yang akan kami ulas kali ini, tapi bakso ikan.

Langsung saja ke pokok bahasan kita.

A. Bahan Baku
Persyaratan bahan baku (ikan) yang terpenting adalah kesegarannya. Semakin segar ikan yang digunakan, semakin baik pula mutu bakso yang dihasilkan. Berbagai jenis ikan yang digunakan untuk membuat bakso, terutama ikan yang berdaging tebal dan mempunyai daya elastisitas, seperti tenggiri, kakap, cucut, bloso, ekor kuning dan lain-lain. Selain bahan baku dari ikan segar, bakso juga dapat dibuat dari produk yang sudah setengah jadi yang dikenal dengan nama Suzimi (daging ikan lumat).

B. Bahan Tambahan
Bahan tambahan pembuatan bakso ikan adalah tepung tapioka dan bumbu-bumbu dengan komposisi sebagai berikut :
- Tapioka 10 – 15 %
- Garam 2 – 3 %
- Merica 0,5 %
- Bawang putih 2 %
- Bumbu masak 0,75 % (bila disukai)

C. Cara Pembuatan
1.    Jika digunakan bahan baku dari ikan segar, perlu dilakukan pemisahan daging dari tulang-tulang dan durinya dengan cara menyayat memanjang pada bagian punggung hingga terbelah.
2.    Ambillah bagian dagingnya dengan cara dikerok menggunakan sendok
3.    Bersihkan hancuran daging tersebut dari komponen-komponen yang tidak  di kehendaki (kulit, duri dan tulang)
4.    Siapakan larutan garam (brine) dingin dengan perbandingan antara air, es dan ikan adalah 4 : 1 : 1 dan konsentrasi garam 0,2 – 0,3 %
5.    Rendam hancuran daging ikan dalam larutan tersebut selama 15 menit sambil diaduk-aduk
6.    Buanglah jika timbul lemak yang mengapung di permukaan
7.    Lakukan pengepresan / pemerasaan dengan menggunakan kain kasa
8.    Lakukan proses perendaman tersebut sebanyak 2 – 3 kali
9.    Lumatkan daging ikan tersebut dengan cara ditumbuk dalam lumping atau  menggunakan alat penggiling daging sambil diberi garam ( 2 – 3 %)
10.   Haluskan bumbu-bumbu tersebut ke dalam daging lumat sambil diuleni dan masukkan tapioca sedikit demi sedikit
11.   Aduk adonan sampai homogen dan tidak lengket di tangan
12.   Untuk memperbaiki elastisitas dapat diberi putih telur satu butir untuk setiap 1 kg adonan
13.   Lakukan pencetakan yaitu dengan membuat bola-bola kecil dengan cara adonan diletakkan pada telapak tangan, dikepal-kepal, kemudian ditekan sehingga akan keluar bola-bola bakso dari sela-sela jari dan telunjuk
14.   Bola-bola bakso yang keluar dari kepalan itu diangkat dengan sendok dan sedikit diratakan
15.   Masukkan ke dalam air hangat ( suhu + 40 C) biarkan selama 20 menit
16.   Rebus dalam air mendidih sampai bakso mengapung sebagai tanda telah matang
17.   Angkat bakso yang telah matang dan masukkan ke dalam air dingin (air es )  + 15 menit
18.   Angkat dan tiriskan

D. Penyajian
Bakso ikan dapat disajikan dalam bentuk rebusan dengan kuah atau digoreng sebagai makanan ringan. Jika disajikan dalam bentuk kuah perlu dipersiapkan kuahnya yaitu dengan merebus sisa-sisa penyiangan seperti kepala, tulang, kemudian diberikan bumbu yang telah dihaluskan (merica, bawang putih dan garam) Sedangkan bumbu-bumbu penyedap kuah antara lain, bawang goreng, tongcai, saos tomat, cabe/sambal, kecap, cuka, sayur caisin.

Semoga bermanfaat.

Cara membuat Kapur Tembok( Calcarium )

Berikut ini saya akan mencoba menjelaskan cara membuat Kapur Tembok (Calcarium), silahkan persiapkan bahan-bahan serta peralatan yang diperlukan.

Bahan-bahan yang dibutuhkan :
* Air Kapur Sirih .......................................... 1 liter
* Minyak Terpentin ...................................... 150 cc
* Lem Kayu (lem putih) yang dicairkan .......... 150 cc
* Tepung Terigu ........................................... 100 gram
* Bahan Warna ............................................ secukupnya

Alat-alat yang dipergunakan :
* 1 (satu) Ember Plastik/Seng
* 1 (satu) Kayu/Bambu untuk mengaduk

Cara Pembuatannya :
  • Tepung Terigu, Lem Kayu dilarutkan dalam Air Kapur Sirih sambil diaduk-aduk sampai merata (a).
  • Bahan Warna dilarutkan pada Minyak Terpentin (b).
  • Hasil percampuran (b), dimasukkan pada larutan (a), kemudian diaduk-aduk sampai halus dan merata.
Keterangan :
*Untuk membuat Air Kapur Sirih yaitu dengan melarutkan Kapur/Gamping kedalam air, kemudian diendapkan terlebih dahulu supaya airnya bersih.
* Perhatikanlah Kapur/Gamping jangan sampai tersentuh dengan tangan, karena kulit dapat terkelupas.


Semoga bermanfaat...

Cara membuat Obat Kutu Busuk

Kutu busuk atau bangsat atau kepinding atau tinggi atau disebut juga tumila adalah serangga parasit dari keluarga Cimicidae. Kutu busuk dikenal sebagai spesies yang meminum darah manusia dan hewan berdarah panas lainnya. 

Kutu busuk senang tinggal di rumah manusia, khususnya pada tempat tidur.Kutu busuk biasa tinggal dan bertelur di lipatan tempat tidur atau bantal dan tempat-tempat tersembunyi lainnya. Kutu busuk bisa menggigit tanpa disadari korbannya, biasanya ia akan agresif pada malam hari. ia akan menimbulkan bekas gigitannya yang berupa bentol dan terasa gatal serta panas pada korbannya. Serangga parasit ini bisa menimbulkan penyakit ruam-ruam, efek psikologis, dan gejala alergi. Hewan ini beraroma tidak sedap dan sangat menyengat di hidung.

Berikut ini saya tidak akan membahas cara membasmi kutu busuk tetapi saya akan mencoba membahas tentang Cara membuat Obat Kutu Busuk. kita langsungg saja ke pokok bahasannya. 
Bahan-bahan yang dibutuhkan :
1. Sapo Veridis/Sabun Lembek .............. 25 gram
2. Air mendidih ........................................ 150 cc
3. Alkohol ................................................... 50 cc
4. Kapur Barus .......................................... 25 gram
5. Obat Pembasmi Hama ........................ 30 cc

Alat-alat yang dibutuhkan :
1.  Alat penumbuk.
2.  2 (dua) ember plastik.
3.  1 (satu) kayu/bambu yang sudah dihaluskan atau centong kayu yang kecil.

Cara pembuatannya :
1.  Sapo Veridis dilarutkan dalam air panas, kemudian diaduk sampai berbusa - (a).
2.  Kapur Barus ditumbuk sampai halus, kemudian dilarutkan dalam alkohol - (b).
3.  Hasil larutan (b), dimasukkan pada hasil larutan (a), dan diaduk-aduk sampai merata
4. Kalau sudah merata, Obat Pembasmi Hama dilarutkan, kemudian aduk perlahan-lahan supaya obat tersebut meresap.

Keterangan : Sapo Veridis ini juga lebih dikenal dengan nama Sabun Lembek atau Sabun Hijau, tetapi hal ini kadang-kadang ada yang menafsirkan bahwa Sabun Lembek itu sama dengan Sabun Colek yang dipergunakan untuk mencuci, jadi penafsiran tersebut salah, karena Sabun Hijau bentuknya seperti Vaslin Kuning tetapi agak kehijauan dan mengenai Obat Pembasmi Hama dari tepung DDT, obat ini sudah dilarang pemakaiannya, karena ada gangguan sampingan, yang dapat mengganggu pernafasan dan paru-paru.

Jenis-jenis Obat Pembasmi Hama :
1. Agration Ambithion.
2. Anodrin Bayrusil.
3. Diazinon.
4. Demecron.
5. Depterex.
6. Folithion.
7. Malathion.
8. Toxaphene.
9. Thiodan.
10. Sumithion.

Bahan-bahan tersebut diatas dijual di toko bahan kimia dan apotik atau di kantor pertanian bagian ilmu tumbuh-tumbuhan.


Semoga bermanfaat...

Peluang Usaha Pembuatan Terasi sebagai Pemanfaatan Hasil Perikanan

Sahabat Sambal ya Terasi, kata-kata itu yang saya dengar dari salah satu sahabat. Terasi banyak di sukai karena kemampuan terasi dalam  menambah rasa dan aroma pada makanan. Konsumsi terasi di masyarakat sangat besar, merupakan peluang usaha yang menarik di tengah upaya peningkatan nilai tambah, produk-produk perikanan.

Terasi adalah hasil olahan ikan dalam bentuk produk setengah basah, dibuat dari udang atau ikan-ikan kecil yang dicampur dengan garam, kemudian campuran tersebut diragikan. Karena terbuat dari Udang maupun Ikan kecil, terasi masih memiliki kadar gizi yang tinggi. Indonesia sebagai negara yang memiliki bentangan laut yang luas memiliki potensi yang besar. Selama ini masyarakat terutama nelayan lebih menyukai penjualan atas tangkapan langsung, hanya beberapa persennya yang melakukan pengolahan lebih lanjut, akibatnya nelayan hanya mendapatkan pendapatan atas harga dasar ikan saja. Jika saja hasil tangkapan tersebut diolah menjadi terasi maka hasil perikanan memiliki nilai tambah sebagai upaya pemanfaatan hasil perikanan.

Proses pembuatan terasi.
Terdapat dua bahan pokok dalam pembuatan terasi yaitu, Ikan dan garam.
  • Ikan merupakan bahan makanan yang banyak dikonsumsi masyarakat selain. Namun sayangnya ikan mudah sekali mengalami pembusukan. Oleh sebab itu Mutu olahan ikan dipengaruhi oleh mutu bahan mentahnya. Untuk mengetahui tanda-tanda ikan segar dapat dilihat dari : mata ikan terlihat suram dan ikan tenggelam di dalam air;  sisik ikan suram dan mudah terlepas; warna kulit ikan pun suram dan berlendir tebal; warna insang ikan kelabu diselimuti lendir tebal; bagian dinding perut lembek; warna keseluruhan tubuh ikan suram dan terdapat berbau busuk.
  • Untuk melihat ikan segar dicirikan oleh , daging ikan kenyal; mata terlihat jernih dan menonjol; sisik ikan kuat dan agak mengkilat; sirip ikan kuat; warna ikan keseluruhan termasuk kulit cerah; insang ikan berwarna merah; bagian dinding perut kuat;

Cara Pembuatan terasi
1.  Cuci udang, ikan kecil-kecil atau rebon sampai bersih
2. Lalu Masukkan ke dalam baskom penggaraman, tambahkan garam dan aduk sampai rata;
3.  Tutup bak dan biarkan campuran ikan garam selama 1-7 hari (peragian I)
4.  Selesai peragian I, jemur udang, rebon atau ikan di terik matahari sampai setengah kering kemudian tumbuk sampai hancur (lumat), lalu jemur lagi.
5.  Lakukan hal tersebut selama 2-4 hari (peragian II). Kemudian cetak dan bungkus.

Mudah mudahan artikel ini bermanfaat.


 
Support : Halama Artikel | Solusi Kesehata Bio HSA | Toko Online Viena
Copyright © 2013. Kerajinan Home Industry - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger